TUGAS
SOFTSKIL
(Sistem
Manajemen Lingkungan)
Uki
Baihaqi (28412160)
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1 Latar belakang
Pada
saat ini hampir semua negara telah menyadari bahwa dalam pembangunan negara
sangat perlu memperhatikan keseimbangan lingkungan hidup, agar hasil
pembangunan itu tidak menjadi bumerang kepada manusia sendiri. Partisipasi dan
kesadaran itu akan timbul apabila setiap warga negara itu memahami ilmu
lingkungan. Sebagai upaya mewujudkan organisasi/ perusahaan yang ramah
lingkungan atau peduli dengan lingkungan maka dibutuhkan upaya nyata untuk
melakukan hal tersebut melalui suatu sistem pengelolaan/ manajemen lingkungan
yang handal, efektif, terdokumentasi, serta mendorong untuk selalu dilakukan
peningkatan seperti halnya penerapan Sistem Manajemen Lingkungan mengacu pada
standar ISO 14001;2004.
Pada
prinsipnya, ISO 14001 mengandung syarat-syarat atau aturan komprehensif bagi
suatu organisasi dalam pengembangan sistem pengelolaan dampak lingkungan yang
baik dan menyeimbangkan dengan prioritas para pelaku usaha (uang), sehingga
upaya perbaikan performance yang dilakukan akan disesuaikan dengan sumber daya
yang dimiliki perusahaan.
Dalam
implementasinya ISO 14001 bersifat tidak memaksa, tidak ada hukum yang mengikat
yang mengharuskan dalam implementasinya. (ISO 14001;2004). ISO 14001 sebagai
referensi untuk menjalankan sistem manajemen lingkungan merupakan standar
internasional yang di terbitkan oleh ISO “ International Standards for
Organitation” dimana prinsip dasar nya adalah “control” terhadap
semua aspek yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari deskripsi
latar belakang diatas, dapat ditarik beberapa rumusan masalah, yaitu:
1.
Apa yang dimaksud dengan Sistem Manajemen
Lingkungan?
2.
Apa tujuan Sistem manajemen Lingkungan?
3.
Bagaimana Sistem Manajemen Lingkungan
diterapkan?
1.3 Tujuan Masalah
Berdasarkan rumusan
masalah diatas, dapat disimpulkan tujuan, yaitu:
1.
Dapat mengetahui dan memahami Sistem Manajemen
Lingkungan.
2.
Untuk memahami apa yang menjadi tujuan
dari Sistem Manajemen Lingkungan
3.
Untuk mengetahui serta memahami penerapan
Sistem Manajemen Lingkungan
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sistem Manajemen Lingkungan
Sistem
manajemen lingkungan adalah bagian dari keseluruhan sistem manajemen yang
meliputi organisasi, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, dan sumber daya
untuk mengembangkan, mengimplementasikan, mencapai, mengevaluasi dan memelihara
kebijakan lingkungan (ISO 14001: 2004).
Pengertian
lain sistem manajemen lingkungan (SML) merupakan bagian dari sistem manajemen
organisasi yang digunakan untuk mengembangkan dan menerapkan kebijakan
lingkungan dan mengelola aspek lingkungan yang dituangkan dalam ISO 14001,
sedangkan Sistem manajemen lingkungan menurut Tibor dan Feldman merupakan
“bagian dari sistem manajemen yang meliputi struktur organisasi, perencanaan
kegiatan, tanggung jawab, praktek, prosedur, proses dan sumber daya untuk
mengembangkan, melaksanakan, mencapai, mengkaji dan memelihara kebijakan
lingkungan".
Dengan
kata lain, Sistem manajemen lingkungan adalah sistem manajemen yang berencana,
menjadwalkan, menerapkan dan memantau kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk
meningkatkan kinerja lingkungan. Yang mendasari definisi ini adalah asumsi
implisit korelasi positif antara kinerja lingkungan dan perusahaan.
2.1.1 Evolusi Manajemen Lingkungan
Pada
era 1960-an, masalah lingkungan tidak menjadi prioritas karena pada saat itu
daya dukung lingkungan masih sangat bagus. Jika terdapat limbah yang dibuang ke
alam, maka limbah tersebut masih mampu diuraikan oleh jasad renik menjadi
senyawa yang dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan. Oleh karena itu, pada era ini
dikenal sebagai era daya dukung karena manusia masih memanfaatkan daya dukung
lingkungan untuk mengolah limbah yang dihasilkan,
Pada
era 1980-an, pengelolaan limbah yang dilakukan tidak menyelesaikan masalah
karena limbah yang diolah tidak sesuai dengan limbah yang dihasilkan. Dengan
demikian manusia mulai melihat asal dari limbah yang terbentuk bahwa limbah adalah
bahan baku yang tidak diproses secara sempurna. Pada era ini manusia mulai
melakukan pendekatan pengelolaan lingkungan dengan memperbaiki proses dimana limbah
dihasilkan dan pada tahun 1985 orang mulai melakukan evaluasi terhadap Sistem
Manajemen Lingkungan dengan melakukan audit.
Standar
Manajemen Lingkunga yang pertama diperkenalkan adalah standar BS 7750 yang
dikeluarkan oleh British Standard Institute (BSI) dan diberlakukan di
Inggris dan Eco Management Audit Scheme (EMAS) untuk Uni Eropa. Sementara
di negara lain juga menerapkan sistem manajemen lingkungan namun pada era tersebut
belum ada standar manaemen lingkungan yang berlaku secara internasional, karena
masing-masing negara memiliki standar masing-masing.
Pada
tahun 1995, sistem sertifikasi bidang Manajemen Lingkungan mulai diberlakukan
di beberapa negara, namun pada saat itu belum ada standar tunggal yang diakui di
semua negara. Akhirnya pada tahun 1996 ditetapkan standar bidang Manajemen
Lingkunga yang berlaku diseluruh dunia yang dikeluarkan oleh ISO yaitu ISO seri
14000.
2.1.2 Pengertian ISO (International
Standarisation Organization)
ISO
(International Standarisation Organization) adalah organisasi
non-pemerintah dan bukan merupakan bagian dari PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa)
atau WTO (World Trade Organization) walaupun Standar-standar yang
dihasilkan merupakan rujukan bagi kedua organisasi tersebut. Anggota ISO,
terdiri dari 110 negara, tidak terdiri dari delegasi pemerintah tetapi tersusun
dari institusi standarisasi nasional sebanyak satu wakil organisasi untuk
setiap negara.
Pada
tahun 1993, mengikuti kesuksesan ISO 9000, suatu persetujuan diputuskan antara Komite
Standariasi Eropa dan ISO bekerja sama dalam pembuatan standar bagi manajemen
dan kinerja lingkungan. Tiga dokumen ISO yang terkait dengan sistem manajemen
lingkungan adalah:
·
ISO14000: SML-Pedoman umum mengenai Prinsip,
Sistem dan Teknik pendukung (kemudian dikenal sebagai ISO 14004)
·
ISO 14001: SML-Spesifikasi dengan pedoman
penggunaan.
·
ISO 14040: Analisa daur hidup Prinsip Umum
dan Praktek-praktek
2.2 Tujuan Sistem Manajemen Lingkungan
Tujuan
Sistem Manajemen Lingkungan yang spesifik harus sejalan dan mempunyai hubungan
langsung dengan Sistem Manajemen Lingkungan dan Kebijakan Lingkungan. Tujuan Sistem
Manajemen Lingkungan harus konsisten dengan kebijakan lingkungan. Dalam penetapan
tujuan, harus mempertimbangkan banyak hal diantaranya adalah persyaratan hukum
dan persyaratan lainnya, peraturan dan dampak lingkungan yang signifikan.
Pada
penetapan tujuan Sistem Manajemen Lingkungan, juga harus mempertimbangkan pandangan
dari pihak terkait. Pihak terkait ini didefinisikan sebagai “Individu atau
kelompok yang menaruh perhatian atau terkena dampak dari kinerja lingkungan”. Dalam
tujuan Sistem Manajemen Lingkungan juga harus ada jangka waktu pencapaian (time
frame) dan sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
Sasaran
Lingkungan:
1. Mengurangi
pemakaian energi pada unti produksi sebanyak 10% sampai dengan Juli 2004
2. Mengurangi
pemakaian energi pada kegiatan kantor sebanyak 30% sampai dengan Agustus 2004
2.2.1
Program Manajemen Lingkungan
Dalam
perencanaan umum mengenai kegiatan, organisasi harus menetapkan program
manajemen lingkungan yang ditujukan untuk mencapai seluruh tujuan lingkungan. Supaya
efektif, perencanaan manajemen lingkungan sebaiknya diintegrasikan ke dalam
rencana strategis organisasi.
Program
manajemen lingkungan sebaiknya menggambarkan dengan jelas bagaimana organisasi
mencapai tujuan dan sasaran. Program manajemen lingkungan sebaiknya mencakup,
jadwal, sumber daya dan penanggung jawab untuk pencapaian tujuan dan sasaran
lingkungan organisasi. Program lingkungan sebaiknya mencakup kajian lingkungan
untuk penambahan kegiatan baru dalam organisasi. Berikut contoh tabel program manajamen lingkungan:
No
|
Kegiatan
|
1
|
2
|
3
|
4
|
5
|
6
|
7
|
8
|
9
|
10
|
11
|
12
|
PJ
|
Cost
|
Kt
|
1
|
Identifikasi
semua kegiatan yang memakai energi
|
|||||||||||||||
2
|
Mengukur
pemakaian energi pada setiap kegiatan
|
|||||||||||||||
3
|
Mencatat
semua pemakaian energi setiap kegiatan
|
|||||||||||||||
4
|
Memasang
alat pengukur pemakaian energi
|
|||||||||||||||
5
|
Evaluasi
pemakaian energi
|
|||||||||||||||
6
|
Identifikasi
potensi pengurangan energi
|
|||||||||||||||
7
|
Pelaksanaan
pengurangan pemakaian energi
|
|||||||||||||||
8
|
Dokumentasi
pemakaian energi pada setiap unit
|
|||||||||||||||
9
|
Pelatihan
dan kampanye hemat energi
|
2.3 Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan
Penerapan
Sistem Manajemen Lingkungan dilakukan dengan metode 4 fungsi manajamen, seperti:
A. Tahap
1 Perencanaan (Planning)
Sebagai
upaya mewujudkan organisasi / perusahaan yang ramah lingkungan atau peduli dengan lingkungan maka dibutuhkan upaya nyata untuk melakukan hal tersebut
melalui suatu sistem pengelolaan / manajemen lingkungan yang handal, efektif,
terdokumentasi, serta mendorong untuk selalu dilakukan peningkatan seperti
halnya penerapan Sistem Manajemen Lingkungan mengacu pada standar ISO
14001;2004.
Hal
ini perlu dukungan dari semua pihak, baik manajemen, karyawan serta semua pihak
yang terkait. ISO 14001 sebagai referensi untuk menjalankan sistem manajemen
lingkungan merupakan standar internasional yang di terbitkan oleh ISO “International
Standards for Organitation” dimana prinsip dasar nya adalah “control”
terhadap semua aspek yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan.
B. Tahap
2 Pengorganisasian (Organizing)
1) Pembentukan
Tim
a. Manajemen
Puncak :
o
Memberikan arahan
o
Menetapan sasaran dan target
o
Memastikan sistem manajemen lingkungan,
telah di kembangkan, di terapkan, dan di pelihara efektifitasnya.
b. Management
Representative (MR):
o
Memimpin tim untuk pengembangan,
penerapan, pemeliharaan dan peningkatan efektifitas sistem manajemen lingkungan
o
Melaporkan kinerja sistem manajemen
lingkungan ke Manajemen puncak secara periodik
o Mengkoordinasi pelaksanaan kajian
manajemen
2) Pembentukan
Komitmen
a. Tim
dan karyawan harus mengetahui maksud dan tujuan dari penerapan sistem manajemen
lingkungan ISO 14001
b. Proses
sosialisasi yang intensif dan masif bagi seluruh karyawan
c. Menunjuk
tim dalam suatu Surat Keputusan yang sekaligus diberikan penjelasan mengenai
tugas dan tanggung jawab sebagai Tim.
d. Komunikasi
yang efektif antara Manajemen Puncak, Tim dan Seluruh karyawan
e. Reward
and punishment system
3) Penetapan
Ruang lingkup
· Kesiapan
infrastruktur untuk mengendalikan atau mencegah dampak negatif lingkungan dari
kegiatan untuk setiap area
· Kesiapan
Tim dan karyawan dalam menerapkan sistem manajemen lingkungan
· Ketersediaan
anggaran untuk memenuhi kebutuhan pemenuhan persyaratan baik infrastruktur
maupun peraturan perundang-undangan terkait dengan lingkungan yang relevan
· Tingkat
dampak lingkungan sebagai efek samping kegiatan yang dilaksanakan di masing-masing area/ proses.
· Tuntutan
dari pihak-pihak terkait
C. Tahap
3 Pengarahan (Actuating)
1) Memberikan
pengetahuan kepada Tim tentang konsep sistem manajemen lingkungan
2) Memberikan
pengertian tentang interpretasi persyaratan ISO 14001:2004
3) Memberikan
arahan bagaimana melakukan pengembangan dan penerapan sistem manajemen lingkungan
4) Memberikan
arahan tentang sistem dokumentasi Sistem Manajemen lingkungan
5) Memberikan
pengertian bagaimana melakukan risk assessment terkait dengan aspek dan dampak
lingkungan
Beberapa
keuntungan untuk melakukan pengembangan dan penerapan Sistem Manajemen
Lingkungan ISO 14001 dengan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 secara
terintegrasi diantaranya:
a) Memudahkan
dalam pengembangan dan penerapan sistem manajemen lingkungan, karena mengacu
pada sistem manajemen mutu yang terlebih dahulu telah di terapkan dan
sertifikasi.
b) Memudahkan
dalam pengendalian, pemeliharaan sistem manajemen dimana cukup dengan satu
management representative untuk 2 manajemen sistem.
c) Memudahkan
dalam pencapaian tujuan perusahaan
d) Efisien
dari sisi waktu dan penyediaan sumber daya
D. Tahap
4 Pengawasan (Controlling)
Sistem
Manajemen Lingkungan merupakan sistem manajemen yang berbasis resiko, dimana sistem ini digunakan untuk mengendalikan resiko lingkungan ( Environtment Risk
Management). Oleh karena itu bagian dari tahapan pengembangan sistem maanjemen
lingkungan maka organisasi harus melakukan Environtment Risk Assessment atau
melakukan Identifikasi Aspek dan Dampak Lingkungan. Agar dapat melakukan secara
kosnisten maka perlu di buat prosedur terdokumentasi untuk pelaksanaan Risk
Assessment tersebut seperti yang di atur dalam standar ISO 14001:2004 clausa
4.3.1.
Berdasarkan
Standar ISO 14001:2004 yang dimaksud aspek lingkungan adalah bagian dari
organisasi yang dapat berupa aktifitas, produk atau pelayanan yang berinteraksi
dengan lingkungan, sebagai contoh:
-
Pengoperasian genset
-
Penggunaan air
-
Penggunaan AC
-
Penggunaan Energi
-
Proses Maintenance
-
Pemakaian bahan B3
Referensi:
http://rimantho.blogspot.com/2015/04/pengertian-sistem-manajemen-lingkungan.html
http://nurizzahmaulidina.blogspot.com/2016/08/v-behaviorurldefaultvmlo.html
https://environment-indonesia.com/training/mengenal-iso-14001-sistem-manajemen-lingkungan-2/
http://konsultaniso.web.id/sistem-manajemen-lingkungan-iso-140012004/sistem-manajemen-lingkungan-iso-140012004/
https://www.slideshare.net/ramlahaza/konsep-audit-dan-sistem-manajemen-lingkungan-berdasarkan-iso-67106359
