TUGAS SOFTSKIL
(Populasi dan Pencemaran
Lingkungan)
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar
Belakang
Dalam melakukan penelitian, populasi
dan sampel merupakan satu komponen yang sangat diperlukan. Dalam menentukan
populasi dan sampel penelitian, sudah barang tentu haruslah sesuai dengan
langkah-langkah yang ditentukan serta haruslah tepat dan efisien. Kendala-kendala
yang timbul selayaknya dapat diantisipasi oleh peneliti. Oleh karenanya, dalam
menentukan populasi dan sampel peneliti hendaklah memperhatikan hal-hal
yang memang berkaitan dengan populasi dan sampel, sehingga didapatkan
sampel yang tepat.
Demikian juga dengan pencemaran
lingkungan merupakan masalah kita bersama, yang semakin penting untuk
diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan, dan kehidupan kita.
Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan
ini, termasuk kita. Dimulai dari lingkungan yang terkecil, diri kita sendiri,
sampai ke lingkungan yang lebih luas. Permasalahan pencemaran lingkungan yang
harus segera kita atasi bersama diantaranya pencemaran air tanah dan sungai,
pencemaran udara perkotaan, kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam,
perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat radioaktif, dan
sebagainya. Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, tentunya
kita harus mengetahui sumber pencemar, bagaimana proses pencemaran itu terjadi,
dan bagaimana langkah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri.
1.2 Rumusan
Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di
atas dapat ditarik beberapa rumusan masalah, yaitu:
1.
Apa
pengertian Populasi dan Pencemaran Lingkungan ?
2.
Jelaskan
macam-macam Pencemaran Lingkungan ?
3.
Apa
penyebab terjadinya Pencemaran Lingkungan ?
1.3 Tujuan
Masalah
Tujuan dari uraian rumusan masalah
diatas adalah:
1.
Untuk
mengetahui pengertian dari Populasi dan Pencemaran Lingkungan
2.
Dapat
mengetahui macam-macam Pencemaran Lingkungan
3. Mengetahui dan memahami penyebab
terjadinya Pencemaran Lingkungan
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Populasi dan Pencemaran
Lingkungan
2.1.1 Pengertian Populasi
Populasi berasal dari kata bahasa inggris yaitu population,
yang berarti jumlah penduduk. Oleh karena itu, apabila disebutkan kata
populasi, orang kebanyakan menghubungkannya dengan masalah-masalah
kependudukan. Hal tersebut ada benarnya juga, karena itulah makna kata populasi
sesungguhnya. Dalam metode penelitian kata populasi digunakan untuk menyebutkan
serumpun
atau sekelompok objek yang menjadi sasaran penelitian. Oleh karenanya, populasi penelitian
merupakan keseluruhan universal dari objek penelitian yang
dapat berupa manusia, hewan, tumbuhan, udara, gejala, nilai, peristiwa,
sikap hidup, dan sebagainya, sehingga objek-objek ini dapat menjadi sumber data
penelitian.
Karena pengertian populasi yang dikemukakan diatas,
maka populasi menjadi amat beragam. Kalau populasi dilihat dari penentuan
sumber data, maka populasi dapat dibedakan menjadi:
a.
Populasi terbatas,
yaitu populasi yang memiliki sumber yang jelas batas- batasnya secara kuantitatif
b.
Populasi tak
terhingga, yaitu populasi yang memiliki sumber data yang tidak dapat
ditentukan batas-batasnya secara kuantitatif.
Dilihat dari kompleksitas objek populasi, maka
populasi dapat dibedakan menjadi:
a) Populasi homogen,
yaitu keseluruhan individu yang menjadi anggota populasi, memiliki sifat
yang relatif satu sama lainnya.
b) Populasi
heterogen, yaitu keseluruhan
individu anggota
populasi
relatif memiliki
sifat-sifat individual, dimana sifat tersebut membedakan individu anggota
populasi yang satu dengan yang lainnya.
2.1.2 Pengertian Pencemaran Lingkungan
Pencemaran,
menurut SK Menteri Kependudukan Lingkungan Hidup No 02/MENKLH/1988, adalah
masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi atau
komponen lain ke dalam air, udara dan
berubahnya tatanan (komposisi) air atau udara oleh kegiatan manusia dan proses alam,
sehingga kualitas air atau udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi
sesuai dengan peruntukkannya. Untuk
mencegah terjadinya pencemaran terhadap lingkungan oleh berbagai aktivitas
industri dan aktivitas manusia, maka diperlukan pengendalian terhadap
pencemaran lingkungan dengan menetapkan baku mutu lingkungan.
Baku mutu lingkungan adalah batas kadar yang
diperkenankan bagi zat atau bahan pencemar terdapat di lingkungan dengan tidak
menimbulkan gangguan terhadap makhluk hidup, tumbuhan atau benda lainnya. Pada
saat ini pencemaran terhadap lingkungan berlangsung di mana-mana dengan laju
yang sangat cepat. Sekarang ini beban pencemaran dalam lingkungan sudah semakin
berat dengan masuknya limbah industri dari berbagai bahan kimia termasuk logam berat.
Pencemaran
lingkungan dapat dikategorikan menjadi:
a.
Pencemaran Air
b.
Pencemaran Udara
c.
Pencemaran Tanah
2.2 Macam-macam Pencemaran Lingkungan
Seperti
yang sudah disebutkan sebelumnya, pencemaran lingkungan dibagi menjadi tiga
yaitu:
a. Pencemaran
Air
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan
air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Walaupun fenomena alam seperti gunung
merapi, badai, gempa bumi dan lain sebagainya juga mengakibatkan perubahan yang
besar terhadap kualitas air, hal ini tidak dianggap sebagai pencemaran.
Pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik
yang berbeda-beda. Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada
eutrofikasi.
Sampah organik seperti air comberan (sewage)
menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang
mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh
ekosistem. Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya
seperti logam berat toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah
tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit
listrik yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.
b. Pencemaran
Udara
Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi kimia atau
biologi di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia,
hewan, dan tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak properti.
Pencemaran udara dapat ditimbulkan oleh sumber-sumber alami maupun kegiatan
manusia. Beberapa definisi gangguan fisik seperti polusi suara, panas, radiasi atau polusi cahaya dianggap
sebagai polusi udara. Sifat alami udara mengakibatkan dampak pencemaran udara dapat
bersifat langsung dan lokal, regional maupun global.
Pencemar udara dibedakan menjadi pencemar primer dan pencemar sekunder.
Pencemar primer adalah substansi pencemar yang ditimbulkan langsung dari sumber
pencemaran udara. Karbon Monoksida adalah sebuah contoh dari pencemar udara
primer karena ia merupakan hasil dari pembakaran. Pencemar sekunder adalah
substansi pencemar yang terbentuk dari reaksi pencemar-pencemar primer di
atmosfer. Pembentukan ozon dalam smog fotokimia adalah sebuah contoh dari pencemaran
udara sekunder. Atmosfer merupakan sebuah sistem yang kompleks, dinamik, dan
rapuh. Belakangan ini pertumbuhan keprihatinan akan efek dari emisi polusi
udara dalam konteks global dan hubungannya dengan pemanasan global, perubahan
iklim dan deplesi ozon di stratosfer semakin meningkat.
c. Pencemaran
Tanah
Pencemaran tanah adalah keadaan di mana bahan kimia buatan manusia masuk
dan merubah lingkungan tanah alami. Pencemaran ini biasanya terjadi karena: kebocoran
limbah cair atau bahan kimia industri atau fasilitas komersial, penggunaan
pestisida, masuknya air permukaan tanah tercemar ke dalam lapisan sub-permukaan,
kecelakaan kendaraaan pengangkut minyak, zat kimia atau limbah, air limbah dari
tempat penimbunan sampah serta limbah industri yang langsung dibuang ke tanah
secara tidak memenuhi syarat (illegal dumping).
Ketika suatu zat berbahaya/ beracun telah mencemari permukaan tanah, maka
ia dapat menguap, tersapu air hujan dan masuk ke dalam tanah. Pencemaran
yang masuk ke dalam tanah kemudian terendap sebagai zat kimia beracun di
tanah. Zat beracun di tanah tersebut dapat berdampak langsung kepada
manusia ketika bersentuhan atau dapat mencemari air tanah dan udara di atasnya.
2.3 Penyebab terjadinya pencemaran lingkungan
Penyebab
terjadinya pencemaran lingkungan sebagian besar disebabkan oleh tangan manusia.
Pencemaran air dan tanah adalah pencemaran yang terjadi di perairan seperti
sungai, kali, danau, laut, air tanah, dan sebagainya. Sedangkan pencemaran
tanah adalah pencemaran yang terjadi di darat baik di kota maupun di desa. Alam
memiliki kemampuan untuk mengembalikan kondisi air yang telah tercemar dengan
proses pemurnian atau purifikasi alami dengan jalan pemurnian tanah, pasir,
bebatuan dan mikro organisme yang ada di alam sekitar kita.
Jumlah
pencemaran yang sangat masal dari pihak manusia membuat alam tidak mampu
mengembalikan kondisi ke seperti semula. Alam menjadi kehilangan kemampuan
untuk memurnikan pencemaran yang terjadi. Sampah dan zat seperti plastik, DDT,
deterjen dan sebagainya yang tidak ramah lingkungan akan semakin memperparah
kondisi pengerusakan alam yang semakin hari bertambah parah.
Sebab Pencemaran Lingkungan di Air dan di Tanah:
a) Erosi dan
curah hujan yang tinggi.
b) Sampah buangan
manusia dari rumah-rumah atau pemukiman penduduk.
c) Zat kimia
dari lokasi rumah penduduk, pertanian, industri dan sebagainya.
Salah
satu penyebab pencemaran di air yang paling terkenal adalah akibat penggunaan
zat kimia pemberantas hama DDT (Dichloro
Diphenyl Trichloroethane).
DDT (Dichloro Diphenyl Trichloroethane)
digunakan oleh para petani untuk mengusir
dan membunuh hama yang menyerang lahan pertanian. DDT (Dichloro Diphenyl Trichloroethane)
tidak hanya berdampak pada hama namun juga
binatang-binatang lain yang ada di sekitarnya dah bahkan di tempat yang sangat
jauh sekalipun akibat proses aliran rantai makanan dari satu hewan ke hewan
lainnya yang mengakumulasi zat DDT (Dichloro
Diphenyl Trichloroethane).
https://seputarilmu.com/2019/01/pengertian-populasi-ciri-ciri-jenis-dan-faktornya-terlengkap.html
https://www.dapurpendidikan.com/pengertian-populasi
https://duniaparapelajar.wordpress.com/tag/pengertian-pencemaran-lingkungan/
https://www.geologinesia.com/2017/04/pengertian-dampak-dan-macam-macam-pencemaran-lingkungan.html

Tidak ada komentar:
Posting Komentar