Jumat, 23 Agustus 2019

Sistem Manajemen Lingkungan


TUGAS SOFTSKIL
(Sistem Manajemen Lingkungan)







Uki Baihaqi (28412160)






FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019






BAB I
PENDAHULUAN

            1.1            Latar belakang
Pada saat ini hampir semua negara telah menyadari bahwa dalam pembangunan negara sangat perlu memperhatikan keseimbangan lingkungan hidup, agar hasil pembangunan itu tidak menjadi bumerang kepada manusia sendiri. Partisipasi dan kesadaran itu akan timbul apabila setiap warga negara itu memahami ilmu lingkungan. Sebagai upaya mewujudkan organisasi/ perusahaan yang ramah lingkungan atau peduli dengan lingkungan maka dibutuhkan upaya nyata untuk melakukan hal tersebut melalui suatu sistem pengelolaan/ manajemen lingkungan yang handal, efektif, terdokumentasi, serta mendorong untuk selalu dilakukan peningkatan seperti halnya penerapan Sistem Manajemen Lingkungan mengacu pada standar ISO 14001;2004.
Pada prinsipnya, ISO 14001 mengandung syarat-syarat atau aturan komprehensif bagi suatu organisasi dalam pengembangan sistem pengelolaan dampak lingkungan yang baik dan menyeimbangkan dengan prioritas para pelaku usaha (uang), sehingga upaya perbaikan performance yang dilakukan akan disesuaikan dengan sumber daya yang dimiliki perusahaan.
Dalam implementasinya ISO 14001 bersifat tidak memaksa, tidak ada hukum yang mengikat yang mengharuskan dalam implementasinya. (ISO 14001;2004). ISO 14001 sebagai referensi untuk menjalankan sistem manajemen lingkungan merupakan standar internasional yang di terbitkan oleh ISO “ International Standards for Organitation” dimana prinsip dasar nya adalah “control” terhadap semua aspek yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan.

            1.2             Rumusan Masalah
         Berdasarkan uraian dari deskripsi latar belakang diatas, dapat ditarik beberapa rumusan      masalah, yaitu:
            1.      Apa yang dimaksud dengan Sistem Manajemen Lingkungan?
            2.      Apa tujuan Sistem manajemen Lingkungan?
            3.      Bagaimana Sistem Manajemen Lingkungan diterapkan?

            1.3             Tujuan Masalah
             Berdasarkan rumusan masalah diatas, dapat disimpulkan tujuan, yaitu:
             1.      Dapat mengetahui dan memahami Sistem Manajemen Lingkungan.
             2.      Untuk memahami apa yang menjadi tujuan dari Sistem Manajemen Lingkungan
             3.      Untuk mengetahui serta memahami penerapan Sistem Manajemen Lingkungan

















BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Pengertian Sistem Manajemen Lingkungan
Sistem manajemen lingkungan adalah bagian dari keseluruhan sistem manajemen yang meliputi organisasi, tanggung jawab, pelaksanaan, prosedur, dan sumber daya untuk mengembangkan, mengimplementasikan, mencapai, mengevaluasi dan memelihara kebijakan lingkungan (ISO 14001: 2004).
Pengertian lain sistem manajemen lingkungan (SML) merupakan bagian dari sistem manajemen organisasi yang digunakan untuk mengembangkan dan menerapkan kebijakan lingkungan dan mengelola aspek lingkungan yang dituangkan dalam ISO 14001, sedangkan Sistem manajemen lingkungan menurut Tibor dan Feldman merupakan “bagian dari sistem manajemen yang meliputi struktur organisasi, perencanaan kegiatan, tanggung jawab, praktek, prosedur, proses dan sumber daya untuk mengembangkan, melaksanakan, mencapai, mengkaji dan memelihara kebijakan lingkungan".
Dengan kata lain, Sistem manajemen lingkungan adalah sistem manajemen yang berencana, menjadwalkan, menerapkan dan memantau kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan kinerja lingkungan. Yang mendasari definisi ini adalah asumsi implisit korelasi positif antara kinerja lingkungan dan perusahaan.

2.1.1    Evolusi Manajemen Lingkungan
Pada era 1960-an, masalah lingkungan tidak menjadi prioritas karena pada saat itu daya dukung lingkungan masih sangat bagus. Jika terdapat limbah yang dibuang ke alam, maka limbah tersebut masih mampu diuraikan oleh jasad renik menjadi senyawa yang dapat dimanfaatkan oleh tumbuhan. Oleh karena itu, pada era ini dikenal sebagai era daya dukung karena manusia masih memanfaatkan daya dukung lingkungan untuk mengolah limbah yang dihasilkan,
Pada era 1980-an, pengelolaan limbah yang dilakukan tidak menyelesaikan masalah karena limbah yang diolah tidak sesuai dengan limbah yang dihasilkan. Dengan demikian manusia mulai melihat asal dari limbah yang terbentuk bahwa limbah adalah bahan baku yang tidak diproses secara sempurna. Pada era ini manusia mulai melakukan pendekatan pengelolaan lingkungan dengan memperbaiki proses dimana limbah dihasilkan dan pada tahun 1985 orang mulai melakukan evaluasi terhadap Sistem Manajemen Lingkungan dengan melakukan audit.
Standar Manajemen Lingkunga yang pertama diperkenalkan adalah standar BS 7750 yang dikeluarkan oleh British Standard Institute (BSI) dan diberlakukan di Inggris dan Eco Management Audit Scheme (EMAS) untuk Uni Eropa. Sementara di negara lain juga menerapkan sistem manajemen lingkungan namun pada era tersebut belum ada standar manaemen lingkungan yang berlaku secara internasional, karena masing-masing negara memiliki standar masing-masing.
Pada tahun 1995, sistem sertifikasi bidang Manajemen Lingkungan mulai diberlakukan di beberapa negara, namun pada saat itu belum ada standar tunggal yang diakui di semua negara. Akhirnya pada tahun 1996 ditetapkan standar bidang Manajemen Lingkunga yang berlaku diseluruh dunia yang dikeluarkan oleh ISO yaitu ISO seri 14000.

2.1.2    Pengertian ISO (International Standarisation Organization)
ISO (International Standarisation Organization) adalah organisasi non-pemerintah dan bukan merupakan bagian dari PBB (Perserikatan Bangsa-bangsa) atau WTO (World Trade Organization) walaupun Standar-standar yang dihasilkan merupakan rujukan bagi kedua organisasi tersebut. Anggota ISO, terdiri dari 110 negara, tidak terdiri dari delegasi pemerintah tetapi tersusun dari institusi standarisasi nasional sebanyak satu wakil organisasi untuk setiap negara.
Pada tahun 1993, mengikuti kesuksesan ISO 9000, suatu persetujuan diputuskan antara Komite Standariasi Eropa dan ISO bekerja sama dalam pembuatan standar bagi manajemen dan kinerja lingkungan. Tiga dokumen ISO yang terkait dengan sistem manajemen lingkungan adalah:
·         ISO14000: SML-Pedoman umum mengenai Prinsip, Sistem dan Teknik pendukung (kemudian dikenal sebagai ISO 14004)
·         ISO 14001: SML-Spesifikasi dengan pedoman penggunaan.
·         ISO 14040: Analisa daur hidup Prinsip Umum dan Praktek-praktek

2.2       Tujuan Sistem Manajemen Lingkungan
Tujuan Sistem Manajemen Lingkungan yang spesifik harus sejalan dan mempunyai hubungan langsung dengan Sistem Manajemen Lingkungan dan Kebijakan Lingkungan. Tujuan Sistem Manajemen Lingkungan harus konsisten dengan kebijakan lingkungan. Dalam penetapan tujuan, harus mempertimbangkan banyak hal diantaranya adalah persyaratan hukum dan persyaratan lainnya, peraturan dan dampak lingkungan yang signifikan.
Pada penetapan tujuan Sistem Manajemen Lingkungan, juga harus mempertimbangkan pandangan dari pihak terkait. Pihak terkait ini didefinisikan sebagai “Individu atau kelompok yang menaruh perhatian atau terkena dampak dari kinerja lingkungan”. Dalam tujuan Sistem Manajemen Lingkungan juga harus ada jangka waktu pencapaian (time frame) dan sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.
Sasaran Lingkungan:
1.      Mengurangi pemakaian energi pada unti produksi sebanyak 10% sampai dengan Juli       2004
2.      Mengurangi pemakaian energi pada kegiatan kantor sebanyak 30% sampai dengan           Agustus 2004


2.2.1        Program Manajemen Lingkungan
Dalam perencanaan umum mengenai kegiatan, organisasi harus menetapkan program manajemen lingkungan yang ditujukan untuk mencapai seluruh tujuan lingkungan. Supaya efektif, perencanaan manajemen lingkungan sebaiknya diintegrasikan ke dalam rencana strategis organisasi.
Program manajemen lingkungan sebaiknya menggambarkan dengan jelas bagaimana organisasi mencapai tujuan dan sasaran. Program manajemen lingkungan sebaiknya mencakup, jadwal, sumber daya dan penanggung jawab untuk pencapaian tujuan dan sasaran lingkungan organisasi. Program lingkungan sebaiknya mencakup kajian lingkungan untuk penambahan kegiatan baru dalam organisasi. Berikut contoh tabel program manajamen lingkungan:
No
Kegiatan
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
PJ
Cost
Kt
1
Identifikasi semua kegiatan yang memakai energi















2
Mengukur pemakaian energi pada setiap kegiatan















3
Mencatat semua pemakaian energi setiap kegiatan















4
Memasang alat pengukur pemakaian energi















5
Evaluasi pemakaian energi















6
Identifikasi potensi pengurangan energi















7
Pelaksanaan pengurangan pemakaian energi















8
Dokumentasi pemakaian energi pada setiap unit















9
Pelatihan dan kampanye hemat energi



















    














2.3              Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan
 Penerapan Sistem Manajemen Lingkungan dilakukan dengan metode 4 fungsi manajamen,    seperti:
            A.    Tahap 1 Perencanaan (Planning)
                 Sebagai upaya mewujudkan organisasi / perusahaan yang ramah lingkungan atau peduli          dengan lingkungan maka dibutuhkan upaya nyata untuk melakukan hal tersebut melalui suatu sistem pengelolaan / manajemen lingkungan yang handal, efektif, terdokumentasi, serta mendorong untuk selalu dilakukan peningkatan seperti halnya penerapan Sistem Manajemen Lingkungan mengacu pada standar ISO 14001;2004.
Hal ini perlu dukungan dari semua pihak, baik manajemen, karyawan serta semua pihak yang terkait. ISO 14001 sebagai referensi untuk menjalankan sistem manajemen lingkungan merupakan standar internasional yang di terbitkan oleh ISO “International Standards for Organitation” dimana prinsip dasar nya adalah “control” terhadap semua aspek yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan.

      B.     Tahap 2 Pengorganisasian (Organizing)
1)      Pembentukan Tim
a.       Manajemen Puncak :
o   Memberikan arahan
o   Menetapan sasaran dan target
o   Memastikan sistem manajemen lingkungan, telah di kembangkan, di terapkan, dan di pelihara efektifitasnya.
b.      Management Representative (MR):
o   Memimpin tim untuk pengembangan, penerapan, pemeliharaan dan peningkatan efektifitas sistem manajemen lingkungan
o   Melaporkan kinerja sistem manajemen lingkungan ke Manajemen puncak secara periodik
o      Mengkoordinasi pelaksanaan kajian manajemen
2)      Pembentukan Komitmen
        a.   Tim dan karyawan harus mengetahui maksud dan tujuan dari penerapan sistem             manajemen lingkungan ISO 14001
        b.    Proses sosialisasi yang intensif dan masif bagi seluruh karyawan
        c.    Menunjuk tim dalam suatu Surat Keputusan yang sekaligus diberikan penjelasan          mengenai tugas dan tanggung jawab sebagai Tim.
        d.      Komunikasi yang efektif antara Manajemen Puncak, Tim dan Seluruh karyawan
        e.       Reward and punishment system

3)      Penetapan Ruang lingkup
       ·        Kesiapan infrastruktur untuk mengendalikan atau mencegah dampak negatif                 lingkungan dari kegiatan untuk setiap area
       ·         Kesiapan Tim dan karyawan dalam menerapkan sistem manajemen lingkungan
       ·       Ketersediaan anggaran untuk memenuhi kebutuhan pemenuhan persyaratan baik          infrastruktur maupun peraturan perundang-undangan terkait dengan lingkungan             yang relevan
       ·      Tingkat dampak lingkungan sebagai efek samping kegiatan yang dilaksanakan di           masing-masing area/ proses.
        ·      Tuntutan dari pihak-pihak terkait

      C.     Tahap 3 Pengarahan (Actuating)
1)      Memberikan pengetahuan kepada Tim tentang konsep sistem manajemen lingkungan
2)      Memberikan pengertian tentang interpretasi persyaratan ISO 14001:2004
3)      Memberikan arahan bagaimana melakukan pengembangan dan penerapan sistem               manajemen lingkungan
4)      Memberikan arahan tentang sistem dokumentasi Sistem Manajemen lingkungan
5)      Memberikan pengertian bagaimana melakukan risk assessment terkait dengan aspek dan   dampak lingkungan

Beberapa keuntungan untuk melakukan pengembangan dan penerapan Sistem Manajemen Lingkungan ISO 14001 dengan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 secara terintegrasi diantaranya:
    a)      Memudahkan dalam pengembangan dan penerapan sistem manajemen lingkungan, karena mengacu pada sistem manajemen mutu yang terlebih dahulu telah di terapkan dan sertifikasi.
      b)      Memudahkan dalam pengendalian, pemeliharaan sistem manajemen dimana cukup dengan satu management representative untuk 2 manajemen sistem.
       c)      Memudahkan dalam pencapaian tujuan perusahaan
       d)      Efisien dari sisi waktu dan penyediaan sumber daya

      D.    Tahap 4 Pengawasan (Controlling)
     Sistem Manajemen Lingkungan merupakan sistem manajemen yang berbasis resiko, dimana      sistem ini digunakan untuk mengendalikan resiko lingkungan ( Environtment Risk Management). Oleh karena itu bagian dari tahapan pengembangan sistem maanjemen lingkungan maka organisasi harus melakukan Environtment Risk Assessment atau melakukan Identifikasi Aspek dan Dampak Lingkungan. Agar dapat melakukan secara kosnisten maka perlu di buat prosedur terdokumentasi untuk pelaksanaan Risk Assessment tersebut seperti yang di atur dalam standar ISO 14001:2004 clausa 4.3.1.
Berdasarkan Standar ISO 14001:2004 yang dimaksud aspek lingkungan adalah bagian dari organisasi yang dapat berupa aktifitas, produk atau pelayanan yang berinteraksi dengan lingkungan, sebagai contoh:
-          Pengoperasian genset
-          Penggunaan air
-          Penggunaan AC
-          Penggunaan Energi
-          Proses Maintenance
-          Pemakaian bahan B3



Referensi:
http://rimantho.blogspot.com/2015/04/pengertian-sistem-manajemen-lingkungan.html

http://nurizzahmaulidina.blogspot.com/2016/08/v-behaviorurldefaultvmlo.html

https://environment-indonesia.com/training/mengenal-iso-14001-sistem-manajemen-lingkungan-2/

http://konsultaniso.web.id/sistem-manajemen-lingkungan-iso-140012004/sistem-manajemen-lingkungan-iso-140012004/

https://www.slideshare.net/ramlahaza/konsep-audit-dan-sistem-manajemen-lingkungan-berdasarkan-iso-67106359