TUGAS SOFTSKIL
(Industri dan Pencemaran
Lingkungan)
Disusun
oleh:
Uki
Baihaqi (28412160)
FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019
BAB
I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Pada
umumnya, makin maju tingkat perkembangan perindustrian di suatu negara atau
daerah, makin banyak jumlah dan macam industri, dan makin kompleks pula sifat
kegiatan dan usaha tersebut. Cara penggolongan atau pengklasifikasian industri
pun berbeda-beda. Tetapi pada dasarnya, pengklasifikasian industri didasarkan
pada kriteria yaitu berdasarkan bahan baku, tenaga kerja, pangsa pasar, modal,
atau jenis teknologi yang digunakan.
Selain
faktor-faktor tersebut, perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara juga
turut menentukan keanekaragaman industri negara tersebut, semakin besar dan
kompleks kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, maka semakin beranekaragam
jenis industrinya. Istilah industrialisasi secara ekonomi juga diartikan
sebagai himpunan perusahaan-perusahaan sejenis dimana kata industri dirangkai
dengan kata yang menerangkan jenis industrinya. Misalnya, industri obat-obatan,
industri garmen, industri perkayuan, dan sebagainya.
Pencemaran
Lingkungan merupakan masalah kita bersama dan hampir ada disetiap Negara, baik Negara
maju maupun Negara berkembang, yang semakin penting untuk diselesaikan, karena
menyangkut keselamatan, kesehatan, kehidupan dan kelangsungan perkembangan
lingkungan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah
pencemaran lingkungan ini, termasuk kita sendiri.
Permasalahan
pencemaran lingkungan yang harus segera kita atasi bersama diantaranya pencemaran
air, tanah dan sungai. Pencemaran udara perkotaan. Kontaminasi tanah oleh
sampah, hujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi
zat-zat berbahaya dan sebagainya.
Untuk
menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, tentunya kita harus mengetahui
sumber pencemaran, bagaimana proses pencemaran itu terjadi dan bagaimana
langkah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri.
1.2
Rumusan Masalah
Berdasarkan
uraian dari latar belakang diatas dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah yaitu:
1.
Apa pengertian Industri dan Pencemaran Lingkungan pada
Industri?
2.
Jelaskan macam-macam Industri dan Pencemaran Lingkungan
pada Industi
3.
Apa penyebab terjadinya Pencemaran Lingkungan pada
Industri?
1.3
Tujuan Masalah
1.
Untuk mengetahui pengertian dari Industri dan Pencemaran
Lingkungan Industri.
2.
Dapat mengetahui macam-macam Industri dan Pencemaran Lingkungan
pada Industri.
3.
Mengetahui dan memahami penyebab terjadinya Pencemaran
Lingkungan dalam Industri.
BAB
II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Industri dan Pencemaran Lingkungan
dalam Industri
2.1.1 Pengertian Industri
Industri
adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah
jadi atau barang jadi menjadi barang yang bermutu tinggi dalam penggunaannya,
termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. Dengan demikian,
industri merupakan bagian dari proses produksi. Bahan-bahan industri diambil secara
langsung maupun tidak langsung, kemudian diolah, sehingga menghasilkan barang
yang bernilai lebih bagi masyarakat. Kegiatan proses produksi dalam industri
itu disebut dengan perindustrian.
Dari
definisi tersebut, istilah industri sering disebut sebagai kegiatan manufaktur
(manufacturing). Padahal, pengertian industri sangatlah luas, yaitu
menyangkut semua kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang sifatnya produktif
dan komersial. Karena merupakan kegiatan ekonomi yang luas maka jumlah dan
macam industri berbeda-beda untuk tiap negara atau daerah.
2.1.2 Macam-macam Industri
Menurut
Schneider, industri merupakan jaringan yang helainya menjangkau hampir setiap
aspek masyarakat, kebudayaan, dan kepribadian. Industri juga merupakan sebuah
faktor penting dalam membentuk masalah-masalah sosial yang kompleks. Kuwartojo
dalam Setyawati, mendefenisikan industri sebagai kegiatan untuk menghasilkan
barang-barang secara massal, dengan mutu yang bagus untuk kemudian dijual dan
diperdagangkan. Guna menjaga kemassalannya digunakan sejumlah tenaga kerja
dengan peralatan, teknik dan cara serta pola kerja tertentu.
Berikut
macam-macam Industri berdasarkan klasifikasi salah satu diantaranya, adalah:
a) Industri rumah tangga, yaitu industri yang menggunakan
tenaga kerja kurang dari empat orang. Ciri industri ini memiliki modal yang
sangat terbatas, tenaga kerja berasal dari anggota keluarga, dan pemilik atau
pengelola industri biasanya kepala rumah tangga itu sendiri atau anggota
keluarganya. Misalnya: industri anyaman, industri kerajinan, industri tempe/
tahu, dan industri makanan ringan.
b) Industri kecil, yaitu industri yang tenaga kerjanya
berjumlah sekitar 5 sampai 19 orang, Ciri industri kecil adalah memiliki modal
yang relative kecil, tenaga kerjanya berasal dari lingkungan sekitar atau masih
ada hubungan saudara. Misalnya: industri genteng, industri batubata, dan industri
pengolahan rotan.
c) Industri sedang, yaitu industri yang menggunakan tenaga
kerja sekitar 20 sampai 99 orang. Ciri industri sedang adalah memiliki modal
yang cukup besar, tenaga kerja memiliki keterampilan tertentu, dan pimpinan
perusahaan memiliki kemapuan manajerial tertentu. Misalnya: industri konveksi,
industri bordir, dan industri keramik.
d) Industri besar, yaitu industri dengan jumlah tenaga
kerja lebih dari 100 orang. Ciri industri besar adalah memiliki modal besar
yang dihimpun secara kolektif dalam bentuk pemilikan saham, tenaga kerja harus
memiliki keterampilan khusus, dan pimpinan perusahaan dipilih melalui uji kemampuan
dan kelayakan (fit and profer test). Misalnya: industri tekstil, industri
mobil, industri besi baja, dan industri pesawat terbang.
2.1.3 Pengertian Pencemaran Lingkungan dalam
Industri
Jika
kita ingin menyelamatkan lingkungan hidup, maka perlu adanya itikad yang kuat
dan kesamaan persepsi dalam pengelolaan lingkungan hidup. Pengelolaan
lingkungan hidup dapatlah diartikan sebagai usaha secara sadar untuk memelihara
atau memperbaiki mutu lingkungan agar kebutuhan dasar kita dapat terpenuhi
dengan sebaik-baiknya.
Memang
manusia memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungannya, secara
hayati ataupun kultural, misalnya manusia dapat menggunakan air yang tercemar
dengan rekayasa teknologi (daur ulang) berupa salinisasi, bahkan produknya
dapat menjadi komoditas ekonomi. Tetapi untuk mendapatkan mutu lingkungan hidup
yang baik, agar dapat dimanfaatkan secara optimal maka manusia diharuskan untuk
mampu memperkecil resiko kerusakan lingkungan.
2.2 Macam-macam Pencemaran Lingkungan dalam
Industri
A.
Pencemaran Udara
Zat pencemarnya berupa karbondioksida (CO,
CO2), oksida nitrogen (NO, NO2), oksidasulfur (SO2, SO3), hidrokarbon, bahan
organik, partikel padat (tanah, karbon, asbes, timbal), partikel
cair (asam sulfat, asam nitrat,minyak, pestisida), dan CFC (freon). Oksida
belerang dan oksida nitrogen larut dalam air hujan,
sehingga menyebabkan hujan asam. Hujan asam dapat melarutkan kapur
dan semen pada patung dan dinding bangunan, menghambat
pertumbuhan dari tumbuhan dan merusakkan daun dan akar tumbuhan, dan melarutkan
garam-garam alumunium.
Dalam keadaan udara tidak tercemar, secara
alami air hujan bersifat asam lemah karena merupakan larutan asam karbonat
(H2CO3) yang terbentuk ketika air hujan melarutkan karbon dioksida diudara.
Kabut asap di kota-kota besar seperti Jakarta di sebabkan oleh asap kendaraan
dan industri sehingga dapat mengiritasi mata dan paru-paru dan merusak tumbuhan.
B. Pencemaran
Air
Sumber pencemaran air berasal dari limbah
(efluen) industri, rumah tangga, pasar, daerah pertanian, dan kebocoran tanker
minyak. Zat pencemar yang dapat masuk ke
air, antara lain: bahan yang mengandung
bibit penyakit, bahan yang membutuhkan banyak oksigen untuk
menguraikannya, bahan kimia anorgnik dari industri, limbah pupuk pertanian, bahan yang tidak terlarut,
endapan, bahan yang mengandung radio aktif dan panas.
Limbah-limbah tersebut dapat mencemari air
karena di dalam komposisi kimianya terdapat zat-zat berbahaya (logam berat
dan bakteri), suhu dan pH nya dapat
mematikan organism di dalamnya, dan kemampuan untuk menyerap oksigen dari air
sangat besar sehingga organisme di perairan menjadi kekurangan oksigen. Dampak
negatif pencemaran air antara lain:
berubah warna dan berbau busuk, biota air mati, penyakit kulit, muntaber, air
tanah tercemar, dan terjadinya eutrofikasi. Air tanah yang tercemar sangat
sulit untuk dikembalikan menjadi air bersih karena airnya tidak mengalir dan
tidak mengandung bakteri pengurai aerob, pengencerandan penguraian polutan tidak dapat berjalan
C.
Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah atau daratan terjadi jik
ada bahan-bahan asing, baik organik
maupun anorganik, yang menyebabkan daratan atau tanah rusak. Akibatnya, daratan
tidak dapat memberikan daya dukung bagi kehidupan manusia. Padahal jika daratan
tersebut tidak mengalami kerusakan, maka dapat digunakan untuk mendukung
kehidupan manusia seperti untuk pertanian, peternakan, kehutanan, pemukiman,
dan lain-lain. Pencemarannya berupa sampah plastik dan kaca yang sulit terurai,
sampah organik, logam, kertas, kaleng, pupuk, detergen, dan pestisida yang berasal dari limbah industri, tumah tangga,
pertanian, dan pertambangan.
Pupuk buatan, obat pembasmi hama seperti
pestisida, herbisida, bila digunakan
secara berlebihan dapat menimbulkan pencemaran tanah, merubah sifat fisis,
sifat kimia dan sifat biologis tanah, sehingga menganggu pertumbuhan
tumbuh-tumbuhan. Sampah dan bahan buangan dan benda padat yang makin meningkat
jumlahnya dapat menjadi bahan penceman
tanah, apalagi yang sukar diuraikan oleh bakteri pengurai. Tanah merupakan
tempat penampungan berbagai bahan kimia.
Banyak dari gas SO yang dihasilkan dari
perubahan bahan bakar batu bara atau bensin berakhir dengan sulfat yang masuk
ke dalam tanah atau tertampung di atas tanah. Tanah juga sebagai tempat
penampungan banyak limbah-limbah dari rembesan penumpukan tanah (landfill),
kolam lumpur (lagoon), dan sumber-sumber lainnya. Dalam beberapa kasus,
lahan pertanian dari bahan-bahan organik
berbahaya yang dapat mengurai juga merupakan tempat pembuangan yang menyebabkan
pencemaran tanah terjadi.
D.
Pencemaran Suara
Polutannya berupa suara bising yang
berasal dari pabrik, kendaraan bermotor, konser musik dan pesawat terbang.
Dampak negatifnya dapat menimbulkan gangguan fisiologis seperti peningkatan
tekanan darah dan denyut nadi, bertambahnya metabolism basal, gangguan psikologis seperti rasa tidak nyaman, kurang
konsentrasi, susah tidur, gangguan emosi serta komunikasi dan terjadinya
ketulian. Tingkat kebisingan terjadi apabila intensitas bunyi melampaui 50
desibel (dB).
Dampak yang lainnya punahnya spesies, resistensi
hama, resurjensi (ledakan) populasi hama, kesuburan tanah berkurang,
keracunan dan penyakit, pemekatan hayati
(biomagnification), terjadi penipisan lapisan ozon (lubang ozon), dan
efek rumah kaca serta pemanasan global.
2.3 Penyebab terjadinya Pencemaran Lingkungan
dalam Industri
Faktor-faktor
penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagai hasil sampingan perbuatan
manusia meliputi:
1)
Faktor Industrialisasi
a. Pertambangan, transportasi, penyulingan dan
pengolahan bahan hingga menghasilkan barang yang dapat digunakan.
b. Pertambangan, transportasi, penyulingan dan
penggunaan bahan bakar untuk menghasilkan energi.
c. Sisa-sisa buangan yang dihasilkan sebagai hasil
sampingan selama proses-proses di atas.
2)
Faktor Urbanisasi
a. Pembukaan hutan untuk perkampungan, industri dan sistem
transportasi.
b. Penimbunan atau menumpuknya sisa-sisa buangan/ sampah
dan hasil samping selama proses-proses di atas.
3)
Perkembangan/ pertumbuhan penduduk yang pesat
a.
Meningkatnya kebutuhan tempat tinggal/ perumahan.
b.
Meningkatnya kebutuhan pangan dan kebutuhan energi.
c.
Meningkatnya kebutuhan barang-barang konsumsi dan
bahan-bahan untuk hidup.
4)
Faktor Cara Hidup
a.
Penggunaan barang kebutuhan secara berlebihan sehingga
terbuang percuma.
b.
Tuntutan akan kemewahan
c.
Pemborosan energi
Referensi:
https://www.slideshare.net/AgusAdipura/makalah-pencemaran-lingkungan-akibat-industri
https://horispradana.wordpress.com/makalah/78-2/
https://hamparan.net/pencemaran-lingkungan/
http://informazone.com/pencemaran-air/
https://www.academia.edu/36351751/MAKALAH_PENCEMARAN_LINGKUNGAN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar