Jumat, 23 Agustus 2019

Industri dan Pencemaran Lingkungan


TUGAS SOFTSKIL
(Industri dan Pencemaran Lingkungan)







Disusun oleh:
Uki Baihaqi (28412160)





FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019






BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Pada umumnya, makin maju tingkat perkembangan perindustrian di suatu negara atau daerah, makin banyak jumlah dan macam industri, dan makin kompleks pula sifat kegiatan dan usaha tersebut. Cara penggolongan atau pengklasifikasian industri pun berbeda-beda. Tetapi pada dasarnya, pengklasifikasian industri didasarkan pada kriteria yaitu berdasarkan bahan baku, tenaga kerja, pangsa pasar, modal, atau jenis teknologi yang digunakan.
Selain faktor-faktor tersebut, perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara juga turut menentukan keanekaragaman industri negara tersebut, semakin besar dan kompleks kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, maka semakin beranekaragam jenis industrinya. Istilah industrialisasi secara ekonomi juga diartikan sebagai himpunan perusahaan-perusahaan sejenis dimana kata industri dirangkai dengan kata yang menerangkan jenis industrinya. Misalnya, industri obat-obatan, industri garmen, industri perkayuan, dan sebagainya.
Pencemaran Lingkungan merupakan masalah kita bersama dan hampir ada disetiap Negara, baik Negara maju maupun Negara berkembang, yang semakin penting untuk diselesaikan, karena menyangkut keselamatan, kesehatan, kehidupan dan kelangsungan perkembangan lingkungan kita. Siapapun bisa berperan serta dalam menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, termasuk kita sendiri.
Permasalahan pencemaran lingkungan yang harus segera kita atasi bersama diantaranya pencemaran air, tanah dan sungai. Pencemaran udara perkotaan. Kontaminasi tanah oleh sampah, hujan asam, perubahan iklim global, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat-zat berbahaya dan sebagainya.
Untuk menyelesaikan masalah pencemaran lingkungan ini, tentunya kita harus mengetahui sumber pencemaran, bagaimana proses pencemaran itu terjadi dan bagaimana langkah penyelesaian pencemaran lingkungan itu sendiri.

1.2              Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dari latar belakang diatas dapat dirumuskan beberapa rumusan masalah yaitu:
1.      Apa pengertian Industri dan Pencemaran Lingkungan pada Industri?
2.      Jelaskan macam-macam Industri dan Pencemaran Lingkungan pada Industi
3.      Apa penyebab terjadinya Pencemaran Lingkungan pada Industri?

1.3              Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui pengertian dari Industri dan Pencemaran Lingkungan Industri.
2.      Dapat mengetahui macam-macam Industri dan Pencemaran Lingkungan pada Industri.
3.      Mengetahui dan memahami penyebab terjadinya Pencemaran Lingkungan dalam Industri.






BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Pengertian Industri dan Pencemaran Lingkungan dalam Industri
2.1.1    Pengertian Industri
Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi menjadi barang yang bermutu tinggi dalam penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri. Dengan demikian, industri merupakan bagian dari proses produksi. Bahan-bahan industri diambil secara langsung maupun tidak langsung, kemudian diolah, sehingga menghasilkan barang yang bernilai lebih bagi masyarakat. Kegiatan proses produksi dalam industri itu disebut dengan perindustrian.
Dari definisi tersebut, istilah industri sering disebut sebagai kegiatan manufaktur (manufacturing). Padahal, pengertian industri sangatlah luas, yaitu menyangkut semua kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang sifatnya produktif dan komersial. Karena merupakan kegiatan ekonomi yang luas maka jumlah dan macam industri berbeda-beda untuk tiap negara atau daerah.

2.1.2    Macam-macam Industri
Menurut Schneider, industri merupakan jaringan yang helainya menjangkau hampir setiap aspek masyarakat, kebudayaan, dan kepribadian. Industri juga merupakan sebuah faktor penting dalam membentuk masalah-masalah sosial yang kompleks. Kuwartojo dalam Setyawati, mendefenisikan industri sebagai kegiatan untuk menghasilkan barang-barang secara massal, dengan mutu yang bagus untuk kemudian dijual dan diperdagangkan. Guna menjaga kemassalannya digunakan sejumlah tenaga kerja dengan peralatan, teknik dan cara serta pola kerja tertentu.

Berikut macam-macam Industri berdasarkan klasifikasi salah satu diantaranya, adalah:
a)   Industri rumah tangga, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari empat orang. Ciri industri ini memiliki modal yang sangat terbatas, tenaga kerja berasal dari anggota keluarga, dan pemilik atau pengelola industri biasanya kepala rumah tangga itu sendiri atau anggota keluarganya. Misalnya: industri anyaman, industri kerajinan, industri tempe/ tahu, dan industri makanan ringan.
b)   Industri kecil, yaitu industri yang tenaga kerjanya berjumlah sekitar 5 sampai 19 orang, Ciri industri kecil adalah memiliki modal yang relative kecil, tenaga kerjanya berasal dari lingkungan sekitar atau masih ada hubungan saudara. Misalnya: industri genteng, industri batubata, dan industri pengolahan rotan.
c)   Industri sedang, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja sekitar 20 sampai 99 orang. Ciri industri sedang adalah memiliki modal yang cukup besar, tenaga kerja memiliki keterampilan tertentu, dan pimpinan perusahaan memiliki kemapuan manajerial tertentu. Misalnya: industri konveksi, industri bordir, dan industri keramik.
d)   Industri besar, yaitu industri dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 100 orang. Ciri industri besar adalah memiliki modal besar yang dihimpun secara kolektif dalam bentuk pemilikan saham, tenaga kerja harus memiliki keterampilan khusus, dan pimpinan perusahaan dipilih melalui uji kemampuan dan kelayakan (fit and profer test). Misalnya: industri tekstil, industri mobil, industri besi baja, dan industri pesawat terbang.

2.1.3    Pengertian Pencemaran Lingkungan dalam Industri
Jika kita ingin menyelamatkan lingkungan hidup, maka perlu adanya itikad yang kuat dan kesamaan persepsi dalam pengelolaan lingkungan hidup. Pengelolaan lingkungan hidup dapatlah diartikan sebagai usaha secara sadar untuk memelihara atau memperbaiki mutu lingkungan agar kebutuhan dasar kita dapat terpenuhi dengan sebaik-baiknya.
      Memang manusia memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap lingkungannya, secara hayati ataupun kultural, misalnya manusia dapat menggunakan air yang tercemar dengan rekayasa teknologi (daur ulang) berupa salinisasi, bahkan produknya dapat menjadi komoditas ekonomi. Tetapi untuk mendapatkan mutu lingkungan hidup yang baik, agar dapat dimanfaatkan secara optimal maka manusia diharuskan untuk mampu memperkecil resiko kerusakan lingkungan.

2.2       Macam-macam Pencemaran Lingkungan dalam Industri
A.    Pencemaran Udara
Zat pencemarnya berupa karbondioksida (CO, CO2), oksida nitrogen (NO, NO2), oksidasulfur (SO2, SO3), hidrokarbon, bahan organik, partikel padat (tanah, karbon, asbes, timbal), partikel cair (asam sulfat, asam nitrat,minyak, pestisida), dan CFC (freon). Oksida belerang dan oksida nitrogen larut dalam air hujan, sehingga menyebabkan hujan asam. Hujan asam dapat melarutkan kapur dan semen pada patung dan dinding bangunan, menghambat pertumbuhan dari tumbuhan dan merusakkan daun dan akar tumbuhan, dan melarutkan garam-garam alumunium.
Dalam keadaan udara tidak tercemar, secara alami air hujan bersifat asam lemah karena merupakan larutan asam karbonat (H2CO3) yang terbentuk ketika air hujan melarutkan karbon dioksida diudara. Kabut asap di kota-kota besar seperti Jakarta di sebabkan oleh asap kendaraan dan industri sehingga dapat mengiritasi mata dan paru-paru dan merusak tumbuhan.


B.     Pencemaran Air
Sumber pencemaran air berasal dari limbah (efluen) industri, rumah tangga, pasar, daerah pertanian, dan kebocoran tanker minyak. Zat  pencemar yang dapat masuk ke air, antara lain: bahan yang mengandung  bibit penyakit, bahan yang membutuhkan banyak oksigen untuk menguraikannya, bahan kimia anorgnik dari industri, limbah pupuk  pertanian, bahan yang tidak terlarut, endapan, bahan yang mengandung radio aktif dan panas.
Limbah-limbah tersebut dapat mencemari air karena di dalam komposisi kimianya terdapat zat-zat berbahaya (logam berat dan  bakteri), suhu dan pH nya dapat mematikan organism di dalamnya, dan kemampuan untuk menyerap oksigen dari air sangat besar sehingga organisme di perairan menjadi kekurangan oksigen. Dampak negatif  pencemaran air antara lain: berubah warna dan berbau busuk, biota air mati, penyakit kulit, muntaber, air tanah tercemar, dan terjadinya eutrofikasi. Air tanah yang tercemar sangat sulit untuk dikembalikan menjadi air bersih karena airnya tidak mengalir dan tidak mengandung bakteri pengurai aerob, pengencerandan penguraian  polutan tidak dapat berjalan

C.     Pencemaran Tanah
Pencemaran tanah atau daratan terjadi jik ada bahan-bahan asing,  baik organik maupun anorganik, yang menyebabkan daratan atau tanah rusak. Akibatnya, daratan tidak dapat memberikan daya dukung bagi kehidupan manusia. Padahal jika daratan tersebut tidak mengalami kerusakan, maka dapat digunakan untuk mendukung kehidupan manusia seperti untuk pertanian, peternakan, kehutanan, pemukiman, dan lain-lain. Pencemarannya berupa sampah plastik dan kaca yang sulit terurai, sampah organik, logam, kertas, kaleng, pupuk, detergen, dan pestisida yang  berasal dari limbah industri, tumah tangga, pertanian, dan pertambangan.
Pupuk buatan, obat pembasmi hama seperti pestisida, herbisida,  bila digunakan secara berlebihan dapat menimbulkan pencemaran tanah, merubah sifat fisis, sifat kimia dan sifat biologis tanah, sehingga menganggu pertumbuhan tumbuh-tumbuhan. Sampah dan bahan buangan dan benda padat yang makin meningkat jumlahnya dapat menjadi bahan  penceman tanah, apalagi yang sukar diuraikan oleh bakteri pengurai. Tanah merupakan tempat penampungan berbagai bahan kimia.
Banyak dari gas SO yang dihasilkan dari perubahan bahan bakar batu bara atau bensin berakhir dengan sulfat yang masuk ke dalam tanah atau tertampung di atas tanah. Tanah juga sebagai tempat penampungan banyak limbah-limbah dari rembesan penumpukan tanah (landfill), kolam lumpur (lagoon), dan sumber-sumber lainnya. Dalam beberapa kasus, lahan  pertanian dari bahan-bahan organik berbahaya yang dapat mengurai juga merupakan tempat pembuangan yang menyebabkan pencemaran tanah terjadi.

D.    Pencemaran Suara
Polutannya berupa suara bising yang berasal dari pabrik, kendaraan bermotor, konser musik dan pesawat terbang. Dampak negatifnya dapat menimbulkan gangguan fisiologis seperti peningkatan tekanan darah dan denyut nadi, bertambahnya metabolism basal, gangguan  psikologis seperti rasa tidak nyaman, kurang konsentrasi, susah tidur, gangguan emosi serta komunikasi dan terjadinya ketulian. Tingkat kebisingan terjadi apabila intensitas bunyi melampaui 50 desibel (dB).
Dampak yang lainnya punahnya spesies, resistensi hama, resurjensi (ledakan) populasi hama, kesuburan tanah berkurang, keracunan dan  penyakit, pemekatan hayati (biomagnification), terjadi penipisan lapisan ozon (lubang ozon), dan efek rumah kaca serta pemanasan global.

2.3       Penyebab terjadinya Pencemaran Lingkungan dalam Industri
Faktor-faktor penyebab terjadinya pencemaran lingkungan sebagai hasil sampingan perbuatan manusia meliputi:
1)      Faktor Industrialisasi
a.    Pertambangan, transportasi, penyulingan dan pengolahan  bahan hingga menghasilkan     barang yang dapat digunakan.
b.   Pertambangan, transportasi, penyulingan dan penggunaan  bahan bakar untuk                     menghasilkan energi.
c.      Sisa-sisa buangan yang dihasilkan sebagai hasil sampingan selama proses-proses di atas.
2)      Faktor Urbanisasi
a.     Pembukaan hutan untuk perkampungan, industri dan sistem transportasi.
b. Penimbunan atau menumpuknya sisa-sisa buangan/ sampah dan hasil samping selama proses-proses di atas.
3)      Perkembangan/ pertumbuhan penduduk yang pesat
a.       Meningkatnya kebutuhan tempat tinggal/ perumahan.
b.      Meningkatnya kebutuhan pangan dan kebutuhan energi.
c.       Meningkatnya kebutuhan barang-barang konsumsi dan bahan-bahan untuk hidup.
4)      Faktor Cara Hidup
a.       Penggunaan barang kebutuhan secara berlebihan sehingga terbuang percuma.
b.      Tuntutan akan kemewahan
c.       Pemborosan energi



Referensi:
https://www.slideshare.net/AgusAdipura/makalah-pencemaran-lingkungan-akibat-industri

https://horispradana.wordpress.com/makalah/78-2/

https://hamparan.net/pencemaran-lingkungan/

http://informazone.com/pencemaran-air/

https://www.academia.edu/36351751/MAKALAH_PENCEMARAN_LINGKUNGAN

Tidak ada komentar:

Posting Komentar