Kamis, 22 Agustus 2019

Sumber Daya Alam dan Daya dukung Lingkungan


(Sumber daya alam dan daya dukung lingkungan)







Disusun oleh:
Uki Baihaqi (28412160)





FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS GUNADARMA
2019






BAB I
PENDAHULUAN
           
            1.1              Latar Belakang
Sumber daya alam adalah sumber daya yang terkandung dalam bumi, air dan dirgantara yang dapat didayagunakan untuk memenuhi kebutuhan dan kepentingan manusia dan makhluk hidup lainnya. Pada dasarnyaAlam mempunyai sifat yang beraneka ragam, namun serasi dan seimbang. Oleh karena itu, perlindungan dan pengawetan alam harus terus dilakukan untuk mempertahankan keserasian dan keseimbangan tersebut
Keberadaan sumber daya alam di bumi tidak tersebar merata sehingga daya dukung lingkungan pada setiap daerah akan berbeda-beda. Oleh karena itu, pemanfaatanya harus dijaga agar terus berkesinambungan dan tindakan eksploitasi harus dihindari. Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang rasionalPemanfaatan sumber daya alam harus diikuti oleh pemeliharaan dan pelestarian karena sumber daya alam bersifat terbatas.
Mengingat semakin besarnya tekanan penduduk dan pembangunan terhadap lingkungan. Pertambahan jumlah penduduk dengan aktifitasnya menyebabkan kebutuhan akan lahan bagi kegiatan sosial ekonominya (lahan terbangun) makin bertambah dan sebaliknya lahan tidak terbangun makin berkurang. Selain itu, pertambahan jumlah penduduk juga dibarengi dengan peningkatan konsumsi sumber daya alam sejalan dengan meningkatnya tingkat sosial ekonomi masyarakat. Peningkatan jumlah penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat akan mempengaruhi daya dukung lingkungannya.





             1.2          Rumusan Masalah
             Berdasarkan uraian latar belakang di atas dapat ditarik beberapa rumusan masalah, yaitu:

            1.      Apa pengertian Sumber daya alam dan Daya dukung lingkungan?
            2.      Apa saja macam-macam sumber daya alam dan daya dukung lingkungan serta perbedaanya?

           1.3              Tujuan
Sesuai dengan masalah yang dihadapi maka makalah ini bertujuan untuk:
            1.      Mengetahui  pengertian sumber daya alam.
            2.      Mengetahui macam-macam sumber daya alam serta perbedaannya.








BAB II
PEMBAHASAN

2.1       Pengertian Sumber Daya Alam dan Daya Dukung Lingkungan
2.1.1    Pengertian Sumber Daya Alam
Sumber daya alam adalah semua kekayaan berupa benda mati maupun benda hidup yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Sumber daya alam dapat dibedakan berdasarkan sumbernya, persebarannya, tujuannya, cara pengolahan dan pemanfaatannya, sifat, potensi, jenisnya, pembentukannya, nilai ekonomis atau nilai kegunaannya, bentuknya, Undang-Undang Republik Indonesia serta berdasarkan barlow. Kontrol masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi lingkungan hidup merupakan hal yang penting. Masalah penduduk sebenarnya sangat kompleks, banyak sekali aspek yang mencakup aspek didalamnya, diantara aspek pangan, pemukiman, sandang, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, lingkungan hidup, dan sebagainya. Sumber daya alam juga perlu mendapat perhatian karena dapat berpotensi mempercepat terjadinya kerusakan pada sumber daya alam, Oleh sebab itu sudah menjadi tanggung jawab manusia untuk menjaga dan merawat lingkungan alam kita ini. Agar sumber daya alam ini bisa tetap terjaga dengan baik antara lain:
       A.    Berdasarkan prinsip berwawasan lingkungan dan berkesinambungan:
a)      Penghijauan dan Reboisasi
Usaha penghijauan dan reboisasi hutan dapat mencegah rusaknya lingkungan yang berhubungan dengan air, tanah dan udara.
b)      Sengkedan atau terasering
pengembangan daerah aliran sungai
c)      Pengelolaan air limbah
d)      Penertiban pembuangan sampah
e)      Konsep daya dukung lingkungan sudah mulai banyak diperbincangkan.

      B.     Berdasarkan sumbernya:
       Sumber daya alam di bedakan menjadi 2 jenis yaitu :
a.    Sumber daya alam Biotik (organik) yaitu sumber daya alam yang berasal dari mahkluk hidup misalnya, kayu, ikan, batu bara, minyak bumi dan mamer.
b.    Sumber daya alam Abiotik (anorganik) yaitu sumber daya alam yang berasal bukan dari mahkluk hidup, misalnya: timah, besi, dan kwarsa.

      C.    Berdasarkan Persebarannya
            Sumber daya alam dibedakan menjadi dua jenis :
a.       Sumber daya alam yang terdapat di mana-mana, seperti: sinar matahari, air, udara, areal     pertanian dan hutan
b.   Sumber daya alam yang hanya ditemukan di daerah tertentu saja. Seperti: Tambang     Uranium, Tambang Batu bara dan Tambang Emas.

       D.    Berdasarkan Tujuannya
       Sumber daya alam dibedakan atas 3jenis yaitu:
a.       Sumber daya alam bahan Industri
Sumber daya alam yang umumnya digunakan sebagai bahan dasar atau bahan baku Industri, seperti: Tanah liat, belerang dan lain sebagainya.
b.      Sumber daya alam bahan pangan
Sumber daya alam yang digunakan sebagai bahan pangan baik langsung maupun melalui pengelolaan terlebih dahulu seperti: Padi, Jagung, Kedelai dan lain sebagainya.



2.1.2    Macam-macam Sumber Daya Alam

Indonesia memiliki sumber daya alam yang berlimpah. Air, tanah, tumbuhan, hewan, dan berbagai macam barang merupakan sumber daya alam yang sangat berrnilai. Sumber daya alam banyak macamnya misalnya tanah, air, perairan, tumbuhan, hewan, dan barang tambang.

            A.    Sumber Daya Tumbuhan
Sumber daya tumbuhan sangat penting bagi manusia maupun hewan. Manusia dan hewan tidak mungkin hidup tanpa tumbuhan. Beraneka jenis tumbuhan ada yang tumbuh secara alami dan ada juga yang sengaja diupayakan oleh manusia. Menurut asalnya, tumbuhan yang banyak dimanfaatkan oleh manusia adalah tumbuhan hasil hutan serta hasil pertanian dan perkebunan.

a)      Tumbuhan Hasil Hutan
Hutan merupakan sebuah areal tanah yang luas yang ditumbuhi tumbuh-tumbuhan secara alami. Tumbuhan yang ada di hutan sangat beraneka ragam, ada berupa pepohonan yang tinggi ada juga berupa semak-semak belukar.
Sumber daya hutan banyak menghasilkan berbagai jenis kayu, seperti kayu pinus, jati, dammar, mahoni dan cendana. Selain itu, tersedia juga aneka jenis bunga dan tumbuhan lain yang secara langsung maupun tidak langsung bermanfaat bagi manusia dan hewan. Selain penghasil tumbuhan, hutan juga memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai berikut:
·         Mencegah erosi, dengan adanya hutan, air hujan tidak langsung jatuh ke permukaan tanah, dan dapat diserap oleh akar tanaman.
·         Sumber ekonomi, melalui penyediaan kayu, getah, bunga, hewan, dan sebagainya.
·         Sumber plasma nutfah, keanekaragaman hewan dan tumbuhan di hutan memungkinkan diperolehnya keanekaragaman gen.
·         Menjaga keseimbangan air di musim hujan dan musim kemarau.
·         Sebagai tempat menyimpan air. Air hujan yang meresap kedalam tanah akan disimpan oleh akar-akar pohon. Resapan air akan keluar ditempat lain sebagai mata air.
·         Sebagai tempat hdup bagi hewan-hewan yang terdapat didalamnya.
·         Sebagai tempat wisata.

b)     Tumbuhan hasil Pertanian dan Perkebunan
Selain hasil hutan, tumbuhan ada yang sngaja diupayakan oleh manusia dilahan pertanian dan perkebunan. Indonesia memiliki tanah yang subur sehingga sangat cocok untuk lahan pertanian dan perkebunan. Hasil pertanian antara lain padi, palawija, rempah-rempah, sayur-sayuran dan buah-buahan. Hasil perkebunan meliputi kapas, karet, kelapa sawit, the, kopi, cokelat dan tebu. Semua hasil pertanian dan perkebunan tersebut sangat penting bagi kehidupan manusia.

           B.     Sumber Daya Hewan
Beraneka jenis hewan ada di bumi. Semua hewan tersebut dibedakan atas beberapa kelompok, misalnya mamalia, burung, ikan dan serangga. Berdasarkan tempat hidupnya hewan dikelompokkan menjadi hewan darat, hewan air dan hewan amfibi. Hewan yang hidup di darat ada bermacam-macam. Misalnya semut, ayam, kuda dan harimau. Demikian juga hewan yang hidup di air pun sangat beragam.
Ada hewan yang hidup di air tawar seperti di kolam, sungai dan danau. Hewan air tawar misalnya ikan gurame, mujair, mas dan beberapa jenis udang. Ada hewan yang hidup di air asin (laut). Hewan yang hidup di laut lebih beraneka ragam lagi. Berbagai jenis ikan kecil, ikan sedang dan ikan besar dapat dijumpai di laut. Selain ikan di laut banyak pula hewan-hewan lain seperti udang, ubur-ubur, cumi-cumi, kuda laut, bintang laut dan timun laut. Berdasarkan cara hidupnya, hewan dikelompokkan menjadi hewan liar dan hewan peliharaan.
a)      Hewan Liar
Hewan liar adalah hewan yang hdup dialam bebas. Hewan liar bergantung pada makanan yang disediakan oleh alam. Contoh hewan liar adalah gajah, harimau, banteng, anoa, orang utan, dan berbagai jenis burung. Sekarang ini populasi beberapa jaenis hewan tersebut makin berkurang atau langka. Oleh karena itu hewan-hewan tersebut ada yang dilindungi agar tidak punah. Tempat atau kawasan khusus untuk melindungi hewan-hewan langka dinamakan suaka margasatwa.

b)     Hewan Peliharaan
Hewan peliharaan adalah hewan yng dipelihara oleh manusia untuk diambil manfaatnya atau sekedar untuk hobi dan kesayangan semata. Hewan yang dipelihara untuk diambil manfaatnya adalah hewan ternak. Misalnya: sapi, kerbau, kuda, kambing, kelinci dan unggas. Hewan tersebut sengaja dipelihara untuk diambil daging, telur, kulit, susu atau tenaganya. Beberapa jenis ikan air tawar juga dibudidayakan di kolam atau dalam kerambah di sungai dan danau. Daging, telur dan ikan merupakan sumber makanan bergizi tinggi. Sebagian hewan dipelihra untuk kesayangan. Hewan tersebut antara lain kucing, burung perkutut dan ikan koi.

            C.    Sumber Daya Tambang
Barang tambang merupakan sumber daya alam yang diperoleh dengan cara ditambang atau digali. Pada umumnya barang tambang berada di dalam tanah. Barang tambang dikelompokkan menjadi barang tambang mineral dan barang tambang bukan mineral.

a)      Barang Tambang Mineral
Barang tambang mineral bukan berasal dari makhluk hidup, biasanya berupa batuan. Mineral ada yang mengandung logam dan ada yang tidak mengandung logam. Batuan mineral yang mengandung logam biasa disebut juga dengan bijih. Contohnya adalah bijih emas, bijih besi, bijih bauksit, dan bijih tembaga. Mineral yang tidak mengandung logam misalnya tanah liat atau lempung.

b)     Barang Tambang Non-Mineral
Barang tambang bukan mineral berasal dari makhluk hidup, contohnya adalah minyak bumi dan batu bara. Minyak bumi dan batu bara berasal dari jasad makhluk hidup yang tertimbun selama berjuta-juta tahun.

2.2       Pengertian Daya Dukung Lingkungan
Daya dukung lingkungan (carrying capacity) dalam konteks ekologis adalah jumlah populasi atau komunitas yang dapat didukung oleh sumberdaya dan jasa yang tersedia dalam ekosistem tersebut. Faktor yang mempengaruhi keterbatasan ekosistem untuk mendukung perikehidupan adalah faktor jumlah sumberdaya yang tersedia, jumlah populasi dan pola konsumsinya. Konsep daya dukung lingkungan dalam konteks ekologis tersebut terkait erat dengan modal alam. Akan tetapi, dalam konteks pembangunan yang berlanjut (sustainable development), suatu komunitas tidak hanya memiliki modal alam, melainkan juga modal manusia, modal sosial dan modal lingkungan buatan.
Oleh karena itu, dalam konteks berlanjutnya suatu kota, daya dukung lingkungan kota adalah jumlah populasi atau komunitas yang dapat didukung oleh sumber daya dan jasa yang tersedia karena terdapat modal alam, manusia, sosial dan lingkungan buatan yang dimilikinya. Pengertian daya dukung lingkungan menurut Undang-Undang Nomor 23 Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup yaitu kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Daya dukung lingkungan adalah jumlah maksimum manusia yang dapat didukung oleh bumi dengan sumber daya alam yang tersedia. Jumlah maksimum tersebut adalah jumlah yang tidak menyebabkan kerusakan pada lingkungan dan kehidupan di buni dapat berlangsung secara ”sustainable”.
Pada website carrying capacity, suatu ekosistem adalah jumlah populasi yang dapat didukung oleh ketersediaan sumber daya dan jasa pada ekosistem tersebut.
Batas daya dukung ekosistem tergantung pada tiga faktor yaitu:
a.       Jumlah Sumber daya alam yang tersedia dalam ekosistem tersebut
b.      Jumlah/ ukuran populasi atau komunitas
c.       Jumlah sumber daya alam yang dikonsumsi oleh setiap individu dalam komunitas tersebut.
Lingkungan mempunyai kemampuan dalam mengasimilasi limbah disebut sebagai daya tampung lingkungan. Daya tampung lingkungan berdasarkan Undang-undang 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi, dan/atau komponen lainnya yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya. Padahal sebenarnya daya tampung lingkungan sudah dapat tercakup dalam pengertian daya dukung lingkungan karena ”mendukung perikehidupan” dapat diartikan sebagai mendukung ketersediaan sumber daya yang dibutuhkan sekaligus mengasimilasi limbah dari konsumsi sumberdaya tersebut. Dari pengertian tersebut, daya dukung lingkungan adalah sesuatu yang bersifat dinamis, dapat terdegradasi atau punah apabila tidak dilestarikan dan sebaliknya dapat ditingkatkan kemampuannya.
Menurut Soemarwoto, daya dukung lingkungan pada hakekatnya adalah daya dukung lingkungan alamiah, yaitu berdasarkan biomas tumbuhan dan hewan yang dapat dikumpulkan dan ditangkap per satuan luas dan waktu di daerah itu. Menurut Khanna, daya dukung lingkungan hidup terbagi menjadi 2 (dua) komponen, yaitu kapasitas penyediaan (supportive capacity) dan kapasitas tampung limbah (assimilative capacity).
Sedangkan menurut Lenzen, kebutuhan hidup manusia dari lingkungan dapat dinyatakan dalam luas area yang dibutuhkan untuk mendukung kehidupan manusia. Luas area untuk mendukung kehidupan manusia ini disebut jejak ekologi (ecological footprint). Lenzen juga menjelaskan bahwa untuk mengetahui tingkat keberlanjutan sumber daya alam dan lingkungan, kebutuhan hidup manusia kemudian dibandingkan dengan luas aktual lahan produktif. Perbandingan antara jejak ekologi dengan luas aktual lahan produktif ini kemudian dihitung sebagai perbandingan antara lahan tersedia dan lahan yang dibutuhkan. Carrying capacity atau daya dukung lingkungan mengandung pengertian kemampuan suatu tempat dalam menunjang kehidupan mahluk hidup secara optimum dalam periode waktu yang panjang. 



Referensi:
http://werdhapura.penataanruang.net/index.php?option=com_jfusion&jfile=doku.php&id=isu_strategis%3Bdaya_dukung_lahan&Itemid=10&jfile=doku.php&id=isu_strategis;daya_dukung_lahan&do=backlink



Tidak ada komentar:

Posting Komentar