(Sumber daya alam dan daya dukung
lingkungan)
Disusun oleh:
Uki Baihaqi (28412160)
FAKULTAS
TEKNOLOGI INDUSTRI
JURUSAN
TEKNIK MESIN
UNIVERSITAS
GUNADARMA
2019
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Sumber daya alam adalah sumber daya yang
terkandung dalam bumi, air dan dirgantara yang dapat didayagunakan untuk memenuhi
kebutuhan dan kepentingan manusia dan makhluk hidup lainnya. Pada dasarnya, Alam mempunyai sifat yang beraneka ragam, namun
serasi dan seimbang. Oleh karena itu, perlindungan dan pengawetan alam harus
terus dilakukan untuk mempertahankan keserasian dan keseimbangan tersebut.
Keberadaan sumber daya alam di bumi tidak
tersebar merata sehingga daya dukung lingkungan pada setiap daerah akan
berbeda-beda. Oleh karena itu, pemanfaatanya harus
dijaga agar terus berkesinambungan dan tindakan eksploitasi harus dihindari.
Pemeliharaan dan pengembangan lingkungan hidup harus dilakukan dengan cara yang
rasional. Pemanfaatan sumber daya alam harus diikuti oleh
pemeliharaan dan pelestarian karena sumber daya alam bersifat terbatas.
Mengingat semakin besarnya
tekanan penduduk dan pembangunan terhadap lingkungan. Pertambahan jumlah
penduduk dengan aktifitasnya menyebabkan kebutuhan akan lahan bagi kegiatan
sosial ekonominya (lahan terbangun) makin bertambah dan sebaliknya lahan tidak
terbangun makin berkurang. Selain itu, pertambahan jumlah penduduk juga
dibarengi dengan peningkatan konsumsi sumber daya alam sejalan dengan
meningkatnya tingkat sosial ekonomi masyarakat. Peningkatan jumlah penduduk dan
perubahan pola konsumsi masyarakat akan mempengaruhi daya dukung lingkungannya.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian latar belakang di atas dapat ditarik beberapa rumusan masalah, yaitu:
Berdasarkan uraian latar belakang di atas dapat ditarik beberapa rumusan masalah, yaitu:
1. Apa
pengertian Sumber daya alam dan Daya dukung lingkungan?
2. Apa saja
macam-macam sumber daya alam dan daya dukung lingkungan serta perbedaanya?
1.3
Tujuan
Sesuai dengan masalah yang dihadapi
maka makalah ini bertujuan untuk:
1. Mengetahui
pengertian sumber daya alam.
2. Mengetahui
macam-macam sumber daya alam serta perbedaannya.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Sumber Daya Alam dan Daya
Dukung Lingkungan
2.1.1 Pengertian Sumber Daya Alam
Sumber daya alam adalah semua kekayaan berupa benda
mati maupun benda hidup
yang berada di bumi dan dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup
manusia. Sumber daya alam dapat dibedakan berdasarkan sumbernya, persebarannya,
tujuannya, cara pengolahan dan pemanfaatannya, sifat, potensi,
jenisnya, pembentukannya, nilai ekonomis atau nilai kegunaannya, bentuknya,
Undang-Undang Republik Indonesia serta berdasarkan barlow. Kontrol
masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam dan pelestarian fungsi
lingkungan hidup merupakan hal yang penting. Masalah penduduk sebenarnya sangat kompleks, banyak sekali aspek yang
mencakup aspek didalamnya, diantara aspek pangan, pemukiman, sandang,
pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, lingkungan hidup, dan sebagainya.
Sumber daya alam juga perlu mendapat perhatian karena dapat berpotensi
mempercepat terjadinya kerusakan pada sumber daya alam, Oleh sebab
itu sudah menjadi tanggung jawab manusia untuk menjaga dan merawat lingkungan
alam kita ini. Agar sumber daya alam ini bisa tetap terjaga dengan baik antara
lain:
A. Berdasarkan
prinsip berwawasan lingkungan dan berkesinambungan:
a)
Penghijauan dan Reboisasi
Usaha penghijauan dan reboisasi hutan dapat mencegah
rusaknya lingkungan yang berhubungan dengan air, tanah dan udara.
b)
Sengkedan atau terasering
pengembangan daerah aliran sungai
c)
Pengelolaan air limbah
d)
Penertiban pembuangan sampah
e)
Konsep daya dukung lingkungan
sudah mulai banyak diperbincangkan.
B. Berdasarkan sumbernya:
Sumber daya alam di bedakan menjadi 2 jenis yaitu :
a.
Sumber daya
alam Biotik (organik) yaitu sumber daya alam yang berasal dari mahkluk hidup
misalnya, kayu, ikan, batu bara, minyak bumi dan mamer.
b.
Sumber daya alam
Abiotik (anorganik) yaitu sumber daya alam yang berasal bukan dari mahkluk
hidup, misalnya: timah, besi, dan kwarsa.
C. Berdasarkan Persebarannya
Sumber daya alam dibedakan menjadi dua jenis :
a.
Sumber daya alam yang
terdapat di mana-mana, seperti: sinar matahari, air, udara, areal pertanian dan hutan
b. Sumber daya alam yang
hanya ditemukan di daerah tertentu saja. Seperti: Tambang Uranium, Tambang Batu
bara dan Tambang Emas.
D.
Berdasarkan
Tujuannya
Sumber daya alam dibedakan atas 3jenis yaitu:
a.
Sumber daya alam
bahan Industri
Sumber
daya alam yang umumnya digunakan sebagai bahan dasar atau bahan baku Industri,
seperti: Tanah liat, belerang dan lain sebagainya.
b.
Sumber daya alam
bahan pangan
Sumber daya
alam yang digunakan sebagai bahan pangan baik langsung maupun melalui pengelolaan
terlebih dahulu seperti: Padi, Jagung, Kedelai dan lain sebagainya.
2.1.2 Macam-macam
Sumber Daya Alam
Indonesia memiliki sumber
daya alam yang berlimpah. Air, tanah, tumbuhan, hewan, dan berbagai macam
barang merupakan sumber daya alam yang sangat berrnilai. Sumber daya alam banyak macamnya
misalnya tanah, air, perairan, tumbuhan, hewan, dan barang tambang.
A.
Sumber Daya Tumbuhan
Sumber daya
tumbuhan sangat penting bagi manusia maupun hewan. Manusia dan hewan tidak
mungkin hidup tanpa tumbuhan. Beraneka jenis tumbuhan ada yang tumbuh secara
alami dan ada juga yang sengaja diupayakan oleh manusia. Menurut
asalnya, tumbuhan yang banyak dimanfaatkan oleh manusia adalah tumbuhan
hasil hutan serta hasil pertanian dan perkebunan.
a)
Tumbuhan
Hasil Hutan
Hutan
merupakan sebuah areal tanah yang luas yang ditumbuhi tumbuh-tumbuhan secara
alami. Tumbuhan yang ada di hutan sangat beraneka ragam, ada berupa pepohonan
yang tinggi ada juga berupa semak-semak belukar.
Sumber
daya hutan banyak menghasilkan berbagai jenis kayu, seperti kayu pinus, jati,
dammar, mahoni dan cendana. Selain itu, tersedia juga aneka jenis bunga dan
tumbuhan lain yang secara langsung maupun tidak langsung bermanfaat bagi
manusia dan hewan. Selain penghasil tumbuhan, hutan juga
memiliki banyak manfaat, antara lain sebagai berikut:
·
Mencegah erosi, dengan
adanya hutan, air hujan tidak langsung jatuh ke permukaan tanah, dan dapat
diserap oleh akar tanaman.
·
Sumber ekonomi, melalui
penyediaan kayu, getah, bunga, hewan, dan sebagainya.
·
Sumber plasma
nutfah, keanekaragaman hewan dan tumbuhan di hutan memungkinkan diperolehnya
keanekaragaman gen.
·
Menjaga
keseimbangan air di musim hujan dan musim kemarau.
·
Sebagai tempat
menyimpan air. Air hujan yang meresap kedalam tanah akan disimpan oleh
akar-akar pohon. Resapan air akan keluar ditempat lain sebagai mata air.
·
Sebagai tempat
hdup bagi hewan-hewan yang terdapat didalamnya.
·
Sebagai tempat
wisata.
b)
Tumbuhan hasil
Pertanian dan Perkebunan
Selain hasil hutan,
tumbuhan ada yang sngaja diupayakan oleh manusia dilahan pertanian dan
perkebunan. Indonesia memiliki tanah yang subur sehingga sangat cocok untuk
lahan pertanian dan perkebunan. Hasil pertanian antara lain padi, palawija,
rempah-rempah, sayur-sayuran dan buah-buahan. Hasil perkebunan meliputi kapas,
karet, kelapa sawit, the, kopi, cokelat dan tebu. Semua hasil pertanian dan
perkebunan tersebut sangat penting bagi kehidupan manusia.
B. Sumber
Daya Hewan
Beraneka jenis hewan ada di bumi. Semua
hewan tersebut dibedakan atas beberapa kelompok, misalnya mamalia, burung, ikan
dan serangga. Berdasarkan tempat hidupnya hewan dikelompokkan menjadi hewan
darat, hewan air dan hewan amfibi. Hewan yang hidup di darat ada
bermacam-macam. Misalnya semut, ayam, kuda dan harimau. Demikian juga hewan
yang hidup di air pun sangat beragam.
Ada hewan yang hidup di air tawar seperti
di kolam, sungai dan danau. Hewan air tawar misalnya ikan gurame, mujair, mas
dan beberapa jenis udang. Ada hewan yang hidup di air asin (laut). Hewan yang
hidup di laut lebih beraneka ragam lagi. Berbagai jenis ikan kecil, ikan sedang
dan ikan besar dapat dijumpai di laut. Selain ikan di laut banyak pula
hewan-hewan lain seperti udang, ubur-ubur, cumi-cumi, kuda laut, bintang laut
dan timun laut. Berdasarkan cara hidupnya, hewan dikelompokkan menjadi hewan
liar dan hewan peliharaan.
a) Hewan Liar
Hewan
liar adalah hewan yang hdup dialam bebas. Hewan liar bergantung pada makanan
yang disediakan oleh alam. Contoh hewan liar adalah gajah, harimau, banteng,
anoa, orang utan, dan berbagai jenis burung. Sekarang ini populasi beberapa
jaenis hewan tersebut makin berkurang atau langka. Oleh karena itu hewan-hewan
tersebut ada yang dilindungi agar tidak punah. Tempat atau kawasan khusus untuk
melindungi hewan-hewan langka dinamakan suaka margasatwa.
b) Hewan
Peliharaan
Hewan
peliharaan adalah hewan yng dipelihara oleh manusia untuk diambil manfaatnya
atau sekedar untuk hobi dan kesayangan semata. Hewan yang dipelihara untuk
diambil manfaatnya adalah hewan ternak. Misalnya: sapi, kerbau, kuda, kambing,
kelinci dan unggas. Hewan tersebut sengaja dipelihara untuk diambil daging,
telur, kulit, susu atau tenaganya. Beberapa jenis ikan air tawar juga
dibudidayakan di kolam atau dalam kerambah di sungai dan danau. Daging, telur
dan ikan merupakan sumber makanan bergizi tinggi. Sebagian hewan dipelihra
untuk kesayangan. Hewan tersebut antara lain kucing, burung perkutut dan ikan
koi.
C. Sumber
Daya Tambang
Barang tambang merupakan sumber daya alam
yang diperoleh dengan cara ditambang atau digali. Pada umumnya barang tambang
berada di dalam tanah. Barang tambang dikelompokkan menjadi barang tambang
mineral dan barang tambang bukan mineral.
a) Barang
Tambang Mineral
Barang tambang mineral
bukan berasal dari makhluk hidup, biasanya berupa batuan. Mineral ada yang
mengandung logam dan ada yang tidak mengandung logam. Batuan mineral yang
mengandung logam biasa disebut juga dengan bijih. Contohnya adalah bijih emas,
bijih besi, bijih bauksit, dan bijih tembaga. Mineral yang tidak mengandung logam
misalnya tanah liat atau lempung.
b) Barang Tambang Non-Mineral
Barang tambang bukan mineral berasal
dari makhluk hidup, contohnya adalah minyak bumi dan batu bara. Minyak bumi dan
batu bara berasal dari jasad makhluk hidup yang tertimbun selama berjuta-juta
tahun.
2.2 Pengertian Daya Dukung Lingkungan
Daya dukung lingkungan (carrying capacity) dalam konteks
ekologis adalah jumlah populasi atau komunitas yang dapat didukung oleh
sumberdaya dan jasa yang tersedia dalam ekosistem tersebut. Faktor yang
mempengaruhi keterbatasan ekosistem untuk mendukung perikehidupan adalah faktor
jumlah sumberdaya yang tersedia, jumlah populasi dan pola konsumsinya. Konsep
daya dukung lingkungan dalam konteks ekologis tersebut terkait erat dengan
modal alam. Akan tetapi, dalam konteks pembangunan yang berlanjut (sustainable development), suatu
komunitas tidak hanya memiliki modal alam, melainkan juga modal manusia, modal
sosial dan modal lingkungan buatan.
Oleh karena itu, dalam
konteks berlanjutnya suatu kota, daya dukung lingkungan kota adalah jumlah
populasi atau komunitas yang dapat didukung oleh sumber daya dan jasa yang
tersedia karena terdapat modal alam, manusia, sosial dan lingkungan buatan yang
dimilikinya. Pengertian daya dukung lingkungan menurut Undang-Undang Nomor 23
Tahun 1997 Tentang Pengelolaan Lingkungan Hidup yaitu kemampuan lingkungan
untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Daya dukung
lingkungan adalah jumlah maksimum manusia yang dapat didukung oleh bumi dengan
sumber daya alam yang tersedia. Jumlah maksimum tersebut adalah jumlah yang
tidak menyebabkan kerusakan pada lingkungan dan kehidupan di buni dapat
berlangsung secara ”sustainable”.
Pada website carrying capacity, suatu ekosistem
adalah jumlah populasi yang dapat didukung oleh ketersediaan sumber daya dan
jasa pada ekosistem tersebut.
Batas daya dukung ekosistem tergantung pada
tiga faktor yaitu:
a.
Jumlah Sumber daya alam yang
tersedia dalam ekosistem tersebut
b.
Jumlah/ ukuran populasi atau
komunitas
c.
Jumlah sumber daya alam yang
dikonsumsi oleh setiap individu dalam komunitas tersebut.
Lingkungan mempunyai kemampuan dalam
mengasimilasi limbah disebut sebagai daya tampung lingkungan. Daya tampung
lingkungan berdasarkan Undang-undang 23 tahun 1997 tentang Pengelolaan
Lingkungan Hidup adalah kemampuan lingkungan hidup untuk menyerap zat, energi,
dan/atau komponen lainnya yang masuk atau dimasukkan ke dalamnya. Padahal
sebenarnya daya tampung lingkungan sudah dapat tercakup dalam pengertian daya
dukung lingkungan karena ”mendukung perikehidupan” dapat diartikan sebagai
mendukung ketersediaan sumber daya yang dibutuhkan sekaligus mengasimilasi
limbah dari konsumsi sumberdaya tersebut. Dari pengertian tersebut, daya dukung
lingkungan adalah sesuatu yang bersifat dinamis, dapat terdegradasi atau punah
apabila tidak dilestarikan dan sebaliknya dapat ditingkatkan kemampuannya.
Menurut
Soemarwoto, daya dukung lingkungan pada hakekatnya adalah daya dukung
lingkungan alamiah, yaitu berdasarkan biomas tumbuhan dan hewan yang dapat
dikumpulkan dan ditangkap per satuan luas dan waktu di daerah itu. Menurut
Khanna, daya dukung lingkungan hidup terbagi menjadi 2 (dua) komponen, yaitu
kapasitas penyediaan (supportive capacity) dan kapasitas tampung limbah
(assimilative capacity).
Sedangkan menurut Lenzen, kebutuhan hidup manusia dari
lingkungan dapat dinyatakan dalam luas area yang dibutuhkan untuk mendukung
kehidupan manusia. Luas area untuk mendukung kehidupan manusia ini disebut
jejak ekologi (ecological footprint). Lenzen juga menjelaskan bahwa
untuk mengetahui tingkat keberlanjutan sumber daya alam dan lingkungan,
kebutuhan hidup manusia kemudian dibandingkan dengan luas aktual lahan
produktif. Perbandingan antara jejak ekologi dengan luas aktual lahan produktif
ini kemudian dihitung sebagai perbandingan antara lahan tersedia dan lahan yang
dibutuhkan. Carrying capacity atau daya dukung lingkungan mengandung
pengertian kemampuan suatu tempat dalam menunjang kehidupan mahluk hidup secara
optimum dalam periode waktu yang panjang.
Referensi:
http://werdhapura.penataanruang.net/index.php?option=com_jfusion&jfile=doku.php&id=isu_strategis%3Bdaya_dukung_lahan&Itemid=10&jfile=doku.php&id=isu_strategis;daya_dukung_lahan&do=backlink

Tidak ada komentar:
Posting Komentar